Kuningan – MADIN NURUL HAYAH 4 menggelar MADIN Awards pada Jumat malam, 1 Januari
2026, di Versatile Room (Ruang Serbaguna). Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini
menjadi penutup semester pembelajaran sekaligus ruang apresiasi bagi santri
yang menunjukkan capaian akademik dan keteladanan sepanjang proses belajar.
Berbeda dari seremoni penghargaan pada umumnya,
seluruh penerima MADIN Awards telah melalui proses seleksi berlapis. Setiap
kategori diawali dengan audisi yang berlangsung hingga tiga tahap, sebagai
upaya memastikan bahwa penghargaan diberikan melalui mekanisme yang objektif,
terukur, dan adil. Empat bidang utama yang dinilai meliputi Nahwu, Shorof,
Tauhid, dan Al-Quran, disertai penghargaan Bintang Kelas serta Santri Teladan.
Pada kategori Al-Quran, penghargaan diraih oleh
Fadli Ramadhan dari kelas 1-A Wustho asal Kuningan. Kategori Tauhid diraih oleh
Ibra Gadi Izdihar dari kelas 1-A Ula asal Bekasi. Untuk kategori Shorof,
penghargaan diberikan kepada Tita Cahya Lestari dari kelas 1-B Wustho asal
Cirebon.
Kategori Nahwu mencatat dinamika tersendiri dalam proses penilaian.
Pada tahap ketiga audisi, dua santri, Sena Driano dan Fawwaz Akhtar Purnama,
sama-sama meraih nilai sempurna dengan skor 100 poin. Kesetaraan capaian
tersebut mendorong dewan asatidz untuk melakukan uji lanjutan secara langsung
pada malam penganugerahan. Ujian real time itu tidak dimaksudkan sebagai ajang
adu cepat, melainkan sebagai konfirmasi kedalaman pemahaman dan ketepatan
nalar. Berdasarkan hasil penilaian akhir, Fawwaz Akhtar Purnama kemudian
ditetapkan sebagai peraih predikat terbaik dari yang terbaik pada kategori
Nahwu.
Penghargaan Bintang Kelas diberikan kepada Sena
Driano (1-A Wustho), Naysiwa Annisa Ramadhani (1-B Wustho), serta Ibra Gadi
Izdihar (1-A Ula). Adapun penghargaan Santri Teladan dianugerahkan kepada Fadli
Ramadhan sebagai santri teladan putra dan Wanda Adhania Pahla dari kelas 1-A Ula
sebagai santri teladan putri.
Acara ini dihadiri oleh Mudir 'Am, Abi Fakri, Kepala MADIN, Ust. Abu Mansur, serta seluruh dewan asatidz
MADIN NURUL HAYAH 4. Dalam sambutannya, Abi Fakri menekankan pentingnya menjaga
semangat belajar selama masa liburan, serta memandang prestasi sebagai amanah
yang harus dijaga dengan kedisiplinan dan adab.
Suasana acara berlangsung khidmat dan tertib,
namun tetap hangat dan hidup. Penampilan dari perwakilan santri putra dan putri
menjelang penutupan turut memberi warna, menegaskan bahwa proses pendidikan
tidak hanya bertumpu pada capaian akademik, tetapi juga pada keberanian
berekspresi dan kepercayaan diri.
Melalui MADIN Awards, MADIN NURUL HAYAH 4
menegaskan komitmennya untuk membangun budaya apresiasi yang sehat, mendorong
iklim kompetisi yang jujur, serta menanamkan nilai bahwa prestasi lahir dari
proses panjang, kesungguhan, dan konsistensi. ^AF